Iklan
Iklan





Madrid – Karim Benzema sedang seret gol di Real Madrid musim ini. Performanya malah paling buruk jika dibandingkan mantan-mantan saingannya di lini depan Los Blancos.

Benzema trendi bikin dua gol di Madrid di musim ini, itu sudah termasuk gol di ajang Piala Super Spanyol. Jika hanya menghitung gol di liga saja, ujung tombak asal Prancis itu trendi mencetak satu gol dari tujuh penampilan.

Musim ini, jika performanya dibandingkan dengan penyerang-penyerang yang pernah jadi rekannya di Madrid, Benzema ada di peringkat terbawah. Mulai dari Gonzalo Higuain, Alvaro Morata, Emmanuel Adebayor, Javier Chicharito Hernandez, sampai talenta muda yang dibuang Madrid, Mariano Diaz, seluruhnya sudah mencetak gol lebih banyak.

Higuain, yang bahkan sempat dikritik performa di Juventus musim ini, sudah bikin sembilan gol. Malah sejak dilepas Madrid pada 2013, Higuain sudah selalu lebih baik –atau minimal setara– dalam catatan gol ketimbang Benzema.

Di musim 2013/2014, Higuain dan Benzema sama-sama mencetak 24 gol dalam semusim. Namun selepas itu, Higuain sudah selalu lebih baik dari mantan rekan setimnya di Madrid tersebut.

Tentunya ada faktor lain yang juga bisa dipertimbangkan seperti keberadaan Cristiano Ronaldo dan Gareth Bale yang mengurangi ketergantungan Madrid akan gol dari Benzema. Tapi tetap saja, penonton khususnya suporter Madrid akan menilai Benzema dari gol-golnya.

Jangankan dibandingkan dengan Higuain. Dengan ujung tombak sekelas Adebayor dan Chicharito saja Benzema terlihat melempem. Adebayor (Basaksehir) dan Chicharito (West Ham United) sama-sama sudah mencetak empat gol, dua gol lebih banyak dari Benzema.

Sementara Morata yang musim panas kemarin dilepas Madrid ke The Blues sejauh ini sudah mencatat delapan gol. Mariano Diaz, yang dijual Madrid ke Lyon di periode yang sama dengan Morata, sudah mencetak sembilan gol.

Lebih dari sekadar perbandingan jumlah gol, penurunan performa Benzema juga kuat diduga karena tak ada pesaing yang kompetitif di peringkat ujung tombak tengah. Selain dirinya praktis hanya ada Borja Mayoral di peringkat yang sama, sementara Ronaldo dan Bale biasanya dimainkan di peringkat ujung tombak sayap sebagai pengapit.

Sejak musim lalu, penampilan Benzema memang sudah kerap disoroti pendukung Madrid. Pemain 29 tahun itu dinilai kurang berkontribusi.

Musim lalu Benzema memang mencetak 19 gol, tapi soal efisiensi lagi-lagi masih menyerah kalau dibandingkan dengan Higuain, Morata, dan Mariano. Benzema mencetak gol per 170 menit, sementara Higuain bikin gol per 140 menit. Morata cuma butuh 94 menit untuk mencetak gol dan Mariano 60 menit.

Di musim itu, Benzema hanya menang dari Adebayor dan Chicharito dalam hal rasio gol/menit. Adebayor punya rasio satu gol per 171 menit, sedang Chicharito satu gol per 204 menit.

Musim ini? Benzema tentu saja di peringkat terbawah sebagaimana jumlah golnya yang di peringkat buncit. Rasionya adalah satu gol per 431 menit, masih menyerah jauh dari Adebayor di peringkat terendah kedua dengan satu gol per 271 menit. Yang paling efisien adalah Mariano, dengan hanya butuh 111 menit untuk bikin satu gol.

Jumlah gol musim ini:

Benzema: 2 gol
Higuain: 9 gol
Morata: 8 gol
Mariano: 9 gol
Chicharito: 4 gol
Adebayor: 4 gol

Rata-rata gol per menit:

Benzema: 431 menit
Higuain: 151 menit
Morata: 124 menit
Mariano: 111 menit
Chicharito: 238 menit
Adebayor: 271 menit

(raw/mrp)


Iklan