Iklan
Iklan





Jakarta – Di Liga Champions beberapa musim terakhir, tim-tim Spanyol jadi momok Die Roten. Di perempatfinal musim ini Bayern menghadapi Sevilla, tim Spanyol lainnya.

Bayern belum pernah lagi bisa sampai ke final Liga Champions semenjak musim 2012/2013, ketika sekaligus menjuarainya berkat kemenangan 2-1 atas musuh Liga Jerman Borussia Dortmund.

Semenjak itu, langkah Bayern sudah tiga kali terhenti di semifinal dan satu kali di babak perempatfinal. Seluruhnya dialami ketika menghadapi tim-tim Spanyol.

Pada musim 2013/2014, Bayern Munich tersingkir akibat tunduk agregat 0-5 dari Real Madrid (0-1 dan 0-4) di semifinal. Di musim berikutnya, giliran The Catalans yang menyungkurkan Bayern di babak the big four dengan agregat 5-3 (3-0 dan 2-3).

Sementara pada semifinal musim 2015/2016, Bayern disingkirkan Atletico Madrid (2-2) yang punya keunggulan gol tandang. Sedangkan musim lalu Bayern kandas di tangan Real Madrid dengan agregat 3-6 di babak delapan besar.

Menariknya, hasil pengundian babak perempatfinal Liga Champions musim ini kembali menghadapkan Bayern dengan wakil Spanyol lain yakni Sevilla. Leg pertama dimainkan di markas Sevilla pada 3 April dan Bayern gantian jadi tuan rumah pada tanggal 11 April.

Menilik kecenderungan tersebut Bayern patut makin mewaspadai Sevilla yang maju ke perempatfinal setelah menyingkirkan Red Devils, yang kejadian itu lebih difavoritkan di atas kertas.

“Saya menilai mereka jauh lebih tangguh ketimbang yang dibayangkan banyak orang. Mereka punya kualitas dan ada atmosfer tersendiri kejadian main di kandang. Itu faktor yang menjadi tantangan besar buat kami,” kata pemain bertahan Bayern Mats Hummels di FCBayern.com.

“Ini takkan mudah. Sevilla merupakan tim tangguh yang sarat kualitas, terutama di lini tengah. Pemain sayap mereka punya kecepatan dan para penyerangnya berbahaya. Musim ini mereka senantiasa main bagus di babak kedua pertandingannya, secara special di markas Red Devils. Atmosfer stadion mereka pun brutal sekali, dengan fans yang luar biasa bising. Di kandang, Sevilla memainkan gaya agresif penuh penetrasi. Kami harus berjuang sekuat tenaga,” ujar Javi Martinez mengamini.

(krs/cas)



Iklan
SHARE