Iklan
Iklan





Jakarta – Tampil begitu mengesankan di awal musim, Napoli kini justru tersendat. Tak cuma sulit unggul, Napoli juga mulai menunjukkan penurunan dalam produktivitas.

Napoli sempat mengawali Serie A Italy musim ini dengan begitu impresif. Mereka memenangi delapan laga pertama secara berturut-turut dengan menghasilkan total 26 gol.

Itu berarti Napoli punya rataan 3,25 gol per matchday. Usai mengalahkan Cagliari di pekan ketujuh, Napoli tercatat sebagai tim pertama di Serie A yang menyapu bersih kemenangan di tujuh laga awal dan mencetak 25 gol.

Namun Napoli belakangan sedikit tersendat. Di lima matchday terakhir di Serie A, tim arahan Maurizio Sarri itu hanya unggul dua kali, setara dua kali, dan takluk satu kali.

Sulitnya Napoli meraih kemenangan belakangan ini tak lepas dari minimnya gol yang mereka hasilkan. Dalam lima matchday terakhir di liga, Napoli hanya menghasilkan tiga gol.

Yang paling aktual, Napoli ditahan setara Fiorentina 0-0 di pekan ke-16 Serie A, Minggu (10/12/2017) malam WIB. Itu adalah kali kedua secara berturut-turut Napoli gagal bikin gol di Serie A setelah pekan lalu takluk 0-1 dari Juventus. Ini jadi kali pertama Napoli gagal mencetak gol dalam dua laga secara berturut-turut selama ditangani Sarri.

Pemain-pemain yang biasanya menjadi sumber gol Napoli sedang tersumbat keran golnya. Dries Mertens, top skorer sementara Napoli dengan 13 gol di semua kompetisi, hanya mencetak satu gol dalam delapan matchday terakhir.

Sementara itu, Jose Callejon belum lagi bikin gol setelah terakhir kali menjebol gawang musuh di laga melawan Sassuolo pada akhir Oktober. Sedangkan Lorenzo Insigne sedang dibekap cedera dan absen dalam dua matchday terakhir Napoli.

Mungkinkah Napoli mulai kepayahan? Menilik menit bermain para pemainnya, Napoli memang terbilang cukup tinggi.

Harus memulai musim lebih awal karena berlaga di play-off Liga Champions, Napoli sudah memainkan total 24 matchday. Di daftar skuatnya, ada empat pemain yang selalu tampil di 24 laga itu yakni Dries Mertens, Jose Callejon, Marek Hamsik, dan Allan.

Di antara outfield player, Mertens menjadi pemain dengan menit bermain paling banyak yakni mencapai 2.001 menit. Callejon menyusul dengan 1.999 menit dan Kalidou Koulibaly sudah tampil 1.980 menit. Penjaga gawang Pepe Reina yang tampil 23 kali punya menit bermain paling banyak yakni 2.070 menit.

Mari bandingkan dengan menit bermain penggawa Juve dan AS Roma yang sama-sama tampil di Liga Champions. Di kubu Juve, Higuain jadi pemain dengan menit bermain paling banyak yakni 1.805 menit. Sementara di Roma, outfield player dengan menit bermain tertinggi adalah Edin Dzeko (1.806 menit).

Meski sedang dalam periode sulit, Sarri menilai tak ada yang salah dari performa Napoli.

“Saya melihat intensitas dan determinasi dari tim, yang kurang hanya golnya saja. Tim mendapatkan kembali ritme dan dorongan, itu pertanda bagus,” Sarri mengatakan usai timnya diimbangi Fiorentina seperti dikutip situs resmi klub.

“Sepakbola itu seperti kehidupan. Masa-masa sulit datang cepat atau lambat tapi ada pula kejadian positif,” Sarri melanjutkan.

“Kami harus menunjukkan bahwa kami cukup kuat untuk bereaksi dan tetap percaya bahwa kami bisa tampil bagus, seperti yang kami lakukan sampai beberapa matchday yang lalu. Tim kuat selalu bisa bangkit dan bereaksi.”

Hanya dapat hasil seri melawan Fiorentina, Napoli pun melewatkan kesempatan untuk kembali ke puncak klasemen Serie A. Napoli masih tertahan di posisi dua klasemen dengan 39 poin, terpaut satu angka dari Nerazzurri.

(nds/krs)


Iklan