Iklan
Iklan





Roma – Lazio dan AS Roma adalah musuh sekota. Tapi itu tak membuat fans Lazio sungkan untuk “menyapa” Francesco Totti, sang kapten Roma, yang mereka sebut sebagai “lawan terbaik”.

Totti tampaknya harus gantung sepatu akhir musim ini. Giallorossi pun sudah tampak siap menawari peringkat kontemporer buatnya selepas tak lagi bermain — kendatipun Totti sebenarnya disebut-sebut masih ingin bermain.

Sehubungan dengan itu sekelompok fans berat Lazio membentangkan spanduk istimewa buat Totti, ketika Biancocelesti ant menang 1-3 atas Nerazzurri, Senin (22/3/2017) dinihari WIB. Artinya kira-kira adalah “lawan seumur hidup mengucap selamat tinggal buat Totti”.

Sebuah pernyataan yang dirilis kemudian melanjutkan ucapan buat Totti itu. Sebagai kubu musuh, pernyataan itu pun tetap bernuansa sarkasme dan sindiran, baik untuk Totti maupun kubu Roma.

“Momen itu 6 Maret 1994 ketika kita jumpa untuk pertama kalinya. Kau masuk menggantikan Giovanni Piacentini dan mendapatkan penalti yang gagal dieksekusi (Giuseppe) Giannini,” kata kelompok suporter Lazio itu, seperti dikutip Football Italia.

“Sedemikian muda tapi kami sudah mampu mencerminkan sejarah timmu dengan sedemikian bagus, sebuah sejarah mengenai penalti-penalti dan peluang terbuang. Sejak itu, kejadian kamu mencatat rekor demi rekor, kejadian stadion di penjuru dunia bertepuk tangan, kejadian kamu memikirkan pesan tulisan di kaus dan iklan Sanremo, Lazio sudah meraih sebuah Scudetto, Piala Winners, Piala Super Eropa, empat Coppa Italia — salah satunya kamu jalani langsung, dan tiga Piala Super Italia.

<img src="https://finalligachampion.com/wp-content/uploads/2017/05/dari-fans-lazio-untuk-francesco-totti-si-musuh-terbaik.jpg" alt="Dari Fans Lazio untuk Francesco Totti si ‘Lawan Terbaik'” />Foto: Marco Rosi/Getty Images

“Takkan ada yang tahu seberapa banyak gelar yang bisa kamu raih dengan Real Madrid. Kamu adalah satu-satunya pemain juara yang tak bisa mereka beli. Tanpamu, mereka harus puas dengan dua Piala Intercontinental, dua Piala Dunia Antarklub, lima Liga Champions, tiga Piala Super Eropa, tujuh gelar La Liga, tiga Copa del Rey, dan enam Piala Super Spanyol. Tak banyak untuk pemain seberbakat dirimu. Apa pun, khususnya kejadian ini, kamu sudah mencapai sesuatu yang layak dapat penghormatan. Rasa hormat yang tak kau dapatkan dari suporter dan klubmu sendiri, dan untuk itu, kami benar-benar tulus, ikut bersedih.

“Kami takkan pernah membiarkan pemain seperti Anda diperlakukan seperti ini. Kami takkan pernah diam-diam mengamati apa yang telah mereka lakukan dan apa yang sedang mereka lakukan kepadamu. Kini tak ada yang membela dirimu, dan tentu saja kami tidak bisa melakukannya. Kami tidak menyimpan dendam terhadap kaus dan lelucon yang kau arahkan kepada kami. Itu sudah terjadi dan faktanya harus tetap begitu — kita kan ada di Roma dan memang begitu seharusnya. Bagaimanapun juga, (kami ulurkan) jabat tangan untuk seorang musuh yang selama bertahun-tahun ini meninggalkan lapangan sebagai ‘lawan terbaik’,” beber pernyataan itu.

(krs/fem)


Iklan