Iklan
Iklan





Manchester – Sebelum akhirnya dipastikan jadi juara Premier League, Manchester City sempat dapat tiga kekalahan berturut-turut. Bagi Kyle Walker, periode buruk itu terasa seperti berusaha lepas dari degradasi.

City sempat berpeluang mengunci gelar momen derby Manchester. Tapi mereka justru tunduk dari Red Devils. Kekalahan dari MU itu diapit oleh dua kekalahan dari The Reds di Liga Champions.

Setelah dapat tiga kekalahan berturut-turut, City bangkit dengan menaklukkan Tottenham Hotspur 3-1, Sabtu (14/4/2018). Kemenangan tersebut kemudian diikuti oleh kekalahan MU dari West Bromwich Albion yang memastikan gelar Premier League untuk City.

Tiga kekalahan itu diakui Walker jadi periode tersulitnya di City. Hasil-hasil itu bahkan terasa seperti ancaman degradasi untuk City.

“Kami mungkin melewati periode tersulit, pastinya dalam karier saya di klub ini,” kata Walker seperti dikutip Sky Sports.

“Dari tampil begitu bagus di semua kompetisi, kami mendapat tiga kekalahan, dan kadang suasana hati terasa seperti pertarungan di zona degradasi.”

“Kami semua adalah pemenang dan kami ingin unggul dan dalam laga-laga itu sayangnya kami tunduk. Tapi kami memperbaikinya.Itu menunjukkan karakter dan keyakinan dalam standar pemain di ruang ganti.”

Bagi Walker, ini merupakan gelar juara Premier League perdana dalam kariernya. Walker pun menilai keputusannya untuk meninggalkan Spurs memang tepat.

“Bersaing di Premier League sejak saya 19 tahun dan memainkan semua matchday yang sudah saya mainkan di Premier League, tidak juara Premier League bersama Tottenham itu mengecewakan

“Jadi datang ke sini dan juara di musim perdana itu fantastis. Anda selalu katakan rumput tetangga lebih hijau dan sepertinya memang begitu.”

(nds/mfi)




Iklan