Iklan
Iklan





London – Premier League menetapkan deadline kontemporer untuk bursa transfer. Bos Premier League, Richard Scudamore, yakin kebijakan ini akan diikuti oleh liga-liga Eropa lainnya.

Premier League mengubah batas akhir bursa transfer musim panas mulai musim 2018/2019. Batas akhir pembelian pemain akan jatuh sebelum kompetisi dimulai atau lebih cepat dari biasanya yang jatuh 31 Agustus.

Peraturan itu cuma berlaku dalam hal belanja pemain. Klub-klub Premier League masih bisa menjual para pemainnya ke liga lain setelah batas akhir tersebut terlewati.

Scudamore, executive chairman Premier League, begitu senang dengan kebijakan yang kontemporer ini. Ia yakin liga-liga Eropa lainnya seperti Serie A dan Liga Jerman bakal mengikuti.

“Liga Jerman menggelar pertemuan hari ini (Kamis) untuk membicarakan masalah ini, liga-liga lain juga sedang mempertimbangkannya, UEFA juga, tapi semua keriuhan ini berawal setelah ada bocoran bahwa kami sedang membahasnya sejak Juni,” ujar Scudamore kepada Sky Sports.

“Saya pikir liga-liga lain akan mengikuti, ini adalah situasi yang akan dilihat oleh liga-liga lain, tapi mereka semua punya tanggal awal kompetisi masing-masing dan oleh karena itu saya melihat adanya situasi yang tak seragam di Eropa. Tapi, saya memperkirakan orang-orang mungkin akan meniru,” Scudamore menambahkan.

Prediksi Scudamore benar adanya. CEO Juventus Giuseppe Marotta memuji kebijakan transfer Premier League. Ia pun menyarankan agar Serie A membuat kebijakan serupa.

“Ini adalah keputusan yang saya tunggu dengan penuh harap. Ini adalah pilihan yang bijak. Memiliki bursa transfer yang terlalu lama bisa menimbulkan kekacauan,” Marotta mengatakan seperti dilansir FourFourTwo.

“Klub yang bagus tetap bisa menjadwalkan sesuatu di bursa transfer, tapi Anda seharusnya tidak kehilangan pemain ketika liga sudah dimulai atau awal September ketika mereka semua sedang berada di tim nasional.”

“Sekarang Serie A harus bicara dengan Federasi (Sepakbola Italia) dengan opini yang kuat dari semua klub dan keputusan akan dibuat. Saya pikir harus ada jalan keluar yang bersifat homogen, setidaknya di semua liga utama Eropa,” Marotta menambahkan.

(mfi/cas)

Iklan