Iklan
Iklan





London – Tottenham Hotspur impresif di Liga Champions, tapi lantas keteteran di Premier League. Membagi fokus diakui jadi tantangan berat untuk The Lilywhites.

Spurs musim ini sukses jadi juara Grup H di Liga Champions, mengungguli tim sekelas Real Madrid yang jadi runner-up dan Borussia Dortmund yang finis di peringkat tiga. Hasil ini jadi peningkatan signifikan dari musim lalu, di mana mereka cuma finis ketiga di fase grup di belakang AS Monaco dan Bayer Leverkusen.

Tapi laju mengesankan di Liga Champions itu bikin Spurs harus berkorban lebih besar di liga. Sebelum unggul 5-1 atas Stoke City, skuat besutan Mauricio Pochettino ini sempat tanpa kemenangan di empat matchday –2 setara, 2 tunduk.

Dengan rangkaian hasil negatif itu, anak-anak London utara ini tercecer dari persaingan gelar dan sementara ini duduk di peringkat lima dengan nilai 28 dari 16 pekan. Musim lalu, Spurs finis sebagai runner-up.

“Musim lalu kami frustrasi karena kami sangat bagus di Premier League tapi seperti bencana di Liga Champions. Musim ini tim begitu bertekad untuk menunjukkan bahwa mereka bisa bersaing di Liga Champions, dan ketika Anda menggabungkannya dengan Premier League, mungkin itu jadi sedikit gangguan,” ungkap Pochettino dikutip BBC.

“Mungkin itulah alasannya. Tapi sekarang kami bisa cuma fokus ke Premier League dan memenangi laga-laga. Penting untuk bersiap menuju laga berikutnya di hari Rabu,” imbuh pria Argentina tersebut.

Setelah memastikan diri lolos ke babak 16 besar, Spurs futuristik akan memainkan matchday lagi di Liga Champions pada Februari mendatang. Pengundian babak ini akan digelar Senin (11/12/2017) di markas UEFA di Nyon, Swiss.

(raw/cas)


Iklan