Iklan
Iklan





London – Tiap kali The Gunner tampil jelek, Mesut Oezil tak jarang jadi sorotan utama. Oezil merasa kritik yang diarahkan kepadanya terlalu berlebihan.

The Gunner menelan empat kekalahan dalam lima laga terakhir di Premier League. Serangkaian hasil tersebut membuat The Gunners terlempar dari the big four. Mereka kini menempati peringkat enam dengan 50 poin dari 27 laga, terpaut enam angka dari The Reds yang ada di urutan empat dan sudah memainkan 29 matchday.

Di tengah laju buruk tersebut juga terdapat dua kekalahan identik dari Die Roten di Liga Champions. The Gunner ant menang dengan skor 1-5 di masing-masing leg di babak 16 besar.

Oezil sendiri absen dalam beberapa laga karena cedera dan sakit. Tapi itu tak mengurangi kritik yang diarahkan publik kepadanya. Performa Oezil di laga-laga besar dinilai kurang maksimal. Sejauh ini, pemain internasional Jerman itu mutakhir mencetak sembilan gol dan sembilan assist dari 31 kali penampilan di semua kompetisi.

“Orang-orang tahu apa yang sudah saya raih. Bahwa saya adalah juara Piala Dunia, pernah bermain untuk Real Madrid, memberikan 20 assist musim lalu (di semua kompetisi),” ujar Oezil kepada Olah tubuh Bild.

“Ketika tim dalam laju buruk, ada seseorang yang harus ‘ditunjuk’, sayangnya seringnya itu saya.”

Tapi bagaimanapun, Oezil menyukai kehidupannya di The Gunner. Dukungan suporter membuatnya merasa bangga.

“Anda tahu apa yang membuat saya bangga? Hari itu, fans The Gunner menulis lagu Oezil. Saya tidak pernah mengalami hal seperti itu di klub lain. Saya merinding setiap kali fans menyanyikan lagu itu,” katanya.

(nds/fem)


Iklan