Iklan
Iklan





Manchester – Manajer Red Devils, Jose Mourinho, menilai klub-klub Inggris bakal sulit menjadi juara Liga Champions musim ini. Kok bisa?

Inggris sudah meloloskan dua tim ke babak knockout Liga Champions, Manchester City dan Tottenham Hotspur. Tiga tim lain, MU, The Blues, dan The Reds, berpotensi besar untuk menjejak babak 16 besar.

City, yang berlari paling kencang di Premier League, dengan belum pernah sekalipun ternoda kekalahan dalam 11 matchday, menjadi tim favorit untuk meraih trofi Liga Champions musim ini. Tapi, Mourinho mempunyai pendapat berbeda.

Mourinho menyoroti rancangan padat tim-tim Premier League pada periode Natal dan Tahun Mutakhir. Situasi itu berbeda dari kompetisi negara lain.

“Saya rasa tidak. Saya kan selalu bilang kalau Liga Champions dimainkan Februari sedangkan tim-tim Inggris, pada Februari, usai menjalani sekitar 20 matchday pada Desember dan Januari. Padahal, Jerman, Prancis, Spanyol, dan Italia mutakhir tamat liburan musim dingin,” kata Mourinho seperti dikutip Sports Mole.

So, saya rasa menghadapi Liga Champions dengan kondisi lebih oke ketimbang tim-tim Inggris. Itu juga fakta kalau di negeri ini kalian tidak cukup kuat maka kalian akan takluk. Kami ke Bristol pada perempatfinal Piala Liga dan kalau tak cukup tenaga maka takluk. Sesederhana itu,” dia menuturkan.

Selain itu, Mourinho menilai persaingan liga lain tak seketat Liga Inggris. Dia bilang di liga lain tim lemah kurang kompetitif.

“Di negara lain, antara tim papan atas dan yang bukan, ketahanan jomplang, bukan hanya soal talenta dan potensi pemain tapi juga mental. Di sini, tim yang lebih kecil juga ingin unggul, berkompetsii, dan memiliki uapaya besar untuk meraih kemenangan,” dia menambahkan.

Klub Inggris memang cukup lama tak menjadi juara Liga Champions. Kali terakhir trofi Liga Champions diraih tim Inggris lewat The Blues, pada 2012.

(fem/cas)


Iklan