Iklan
Iklan





Manchester – Jose Mourinho masih yakin betul dengan kemampuannya sebagai manajer meski dalam dua musim gagal mengantarkan Red Devils jadi juara Premier League.

MU paling pol cuma akan jadi runner-up Premier League musim ini. Kekalahan 0-1 yang diderita The Manchester United dari West Bromwich Albion, Minggu (15/4/2018), mengantarkan tetangganya, Manchester City, menjadi juara dengan lima matchday tersisa.

Andai MU berhasil mengamankan urutan runner-up, itu merupakan sebuah peningkatan dibandingkan musim lalu, ketika mereka cuma finis di urutan keenam. Akan tetapi, mempertimbangkan nama besar dan sejarah klub serta besarnya dana yang sudah digelontorkan di bursa transfer, MU tentunya menuntut lebih.

Mourinho diharapkan mampu menyumbang gelar Premier League, sesuatu yang tak pernah dimenangi oleh MU sejak Sir Alex Ferguson pensiun pada 2013. Pria asal Portugal itu masih yakin dirinya adalah orang yang tepat untuk memenuhi harapan tersebut. Untuk meyakinkan publik, dia mengungkit lagi prestasinya sebagai manajer.

“Saya yakin dengan pekerjaan saya, itu pasti. Saya tak punya alasan untuk tidak yakin. Delapan titel (liga) adalah delapan titel dan tiga (titel) Premier League adalah tiga Premier League,” ujar Mourinho seperti dikutip Sky Sports.

“Terakhir kali saya menjuarai Premier League bukan 20 tahun lalu, tapi tiga tahun lalu (bersama The Blues). Saya tahu bagaimana caranya jadi juara,” tambahnya.

Meski yakin dengan kemampuannya, Mourinho juga menuntut para pemain MU untuk konsisten di sepanjang musim. Menurutnya, MU tak akan pernah jadi juara kalau masih naik-turun.

“Saya yakin kepada diri saya, tapi saya tak bermain. Dengan pengalaman saya, Anda tak memenangi titel dengan inkonsistensi. Tentu saja Anda memenangi titel dengan kualitas, tanpa itu Anda tak punya peluang, tapi Anda juga memenangi titel dengan konsistensi,” katanya.

“Konsistensi di tiap level, bukan cuma level performa, tapi juga mental, dari hari ke hari, segalanya harus konsisten sampai hari terakhir. Jadi, salah satu hal yang harus kami benahi adalah konsistensi,” ujar mantan pelatih Real Madrid dan Nerazzurri itu.

(mfi/mrp)




Iklan