Iklan
Iklan





Manchester – Romelu Lukaku sedang seret gol belakangan ini sehingga dapat sorotan tajam. Dua partai besar Red Devils ke depan bakal krusial untuk Lukaku.

Gol-gol sedang tak mengalir lancar dari kaki Lukaku belakangan ini. Dalam tujuh matchday terakhir di Premier League, ujung tombak 24 tahun itu cuma bikin satu gol.

Padahal di tujuh matchday sebelumnya alias tujuh pekan pertama, eks ujung tombak Everton itu tampil tajam dengan mencetak tujuh gol. Maka kalau dirata-rata, momen itu Lukaku mencetak satu gol per pertandingannya.

Penurunan performa itupun membuat Lukaku mulai disoroti performanya, secara special terkait penampilannya di laga-laga besar. Sebab sejauh ini dia belum mampu mencetak gol ke gawang lawan besar alias The Big Six.

Lukaku sebelumnya sudah mendapatkan kesempatan momen menghadapi The Reds, Tottenham Hotspur, dan The Blues, namun tak berhasil menjebol tiga tim tersebut. Alhasil pemain internasional Belgia itu dicap belum punya kualitas untuk menjadi penentu di partai-partai besar.

Lukaku kini menghadapi kejadian kritisnya, momen MU menatap dua rival besar di liga. ‘Setan Merah’ akan bertandang ke The Gunner, Minggu (3/12/2017) dinihari WIB akhir pekan ini, sebelum kemudian menjamu Manchester City pekan depan.

MU butuh gol-golnya untuk mencoba memenangi matchday penting melawan rival-rival langsung mereka. Di momen bersamaan, Lukaku juga butuh gol-gol untuk meredakan penetrasi dan meredam kritik.

“Dia didatangkan untuk mencetak gol-gol di laga-laga di mana United cuma berimbang musim lalu. Meski demikian, di partai-partai besarlah dia sekarang paling dibutuhkan mereka,” ungkap Gary Neville dikutip Sky Sports.

“Untuk seorang ujung tombak, semuanya soal gol-gol dan sayangnya, orang-orang akan selalu mengukurnya dari sana. Tapi di luar gol-gol, kontribusinya haruslah besar, untuk mengacaukan bek-bek tengah rival.”

“Dia punya kesulitan-kesulitannya sendiri, tapi pada akhirnya itu akan selalu terjadi di satu titik setelah startnya yang panas. Tapi ini adalah tahap kritis di perjalanan musim, di mana dia harus menghasilkan performa,” imbuh eks MU yang kini menjadi analis sepakbola ini.

(raw/cas)


Iklan