Iklan
Iklan





London – Eden Hazard mengungkapkan sejumlah keinginan pribadinya. Mulai dari belajar bahasa China atau Jepang, juga bepergian ke negara-negara Amerika Selatan.

Soal bahasa, striker yang memperkuat The Blues itu sejauh ini menguasai dua bahasa, yakni Prancis dan Inggris. Belgia, sebagai negara kelahiran Hazard, memang menggunakan bahasa Prancis sebagai salah satu bahasa resmi bersama dengan bahasa Belanda dan Jerman.

Hazard sendiri juga mengawali karier profesionalnya di Liga Prancis bersama Lille. Sementara bahasa Inggris kini menjadi bahasa yang rutin digunakannya sejak bergabung dengan The Blues pada 2012 silam.

“Saya bisa bahasa Prancis dan Inggris. Saya ingin belajar bahasa China atau Jepang, karena itu sangat berbeda dengan yang lainnya. Akan bagus bisa mengerti keduanya,” kata pemain 26 tahun itu di situs resmi The Blues.

Menjadi poliglot atau menguasai banyak bahasa memang menyumbang keuntungan tersendiri untuk pesepakbola atau mereka yang berkecimpung di olah tubuh ini. Itu akan membantu mereka beradaptasi jika ingin berkiprah di negara futuristik yang menggunakan bahasa-bahasa yang dikuasai.

Selain soal bahasa, Hazard juga punya keinginan untuk bisa berlibur ke sejumlah negara. Amerika Selatan menjadi salah satu tujuan utamanya, meski untuk kejadian ini situasinya sulit karena dia masih aktif bermain dan faktor keluarga.

“Saya sudah pergi ke banyak tempat untuk bermain sepakbola. Saya ke Brasil untuk Piala Dunia, tapi saya punya keinginan pergi ke bagian lain Amerika Selatan seperti Argentina dan Chile, akan menyenangkan juga untuk ke Meksiko,” ujarnya.

“Rasanya berbeda ketika Anda pergi ke beragam tempat untuk bermain sepakbola, karena Anda ke sana untuk berlatih, bertanding, dan bertemu fans. Saya mencoba untuk tetap bepergian dalam jarak dekat ketika berlibur untuk rileksasi, karena saya punya anak kecil jadi tidak mudah untuk pergi jauh,” tambah penggawa tim nasional Belgia ini.

Hazard juga mendapatkan pertanyaan soal di mana dia akan menghabiskan waktu selepas gantung sepatu. Pulang ke Belgia ada di kemungkinan terbesar, sementara tinggal di negara dengan cuaca yang nyaman atau menetap di London juga masuk pilihannya.

“Mungkin saya akan tinggal di Belgia, agar dekat dengan keluarga, atau saya bisa pergi ke suatu tempat dengan cuaca yang bagus. Anak-anak saya sangat nyaman di London, jadi bisa saja di sini. Tapi itu masih lama, jadi kita lihat saja,” tandasnya.

(raw/nds)


Iklan