Guardiola Belum Pernah Menelan Kekalahan Sebanyak Ini
Iklan
Iklan

Final Liga Champions – Kekalahan dari Chelsea tak cuma membuat Manchester City kian tercecer dalam perburuan gelar Premier League. Hasil ini juga meninggalkan catatan buruk untuk Pep Guardiola.

Tandang ke Stamford Bridge, Kamis (6/4/2017) dinihari WIB, City dipaksa ant unggul 1-2 oleh Chelsea. Dua gol dari Eden Hazard hanya bisa dibalas satu kali oleh City lewat Sergio Aguero.

Kekalahan itu membuat City makin jauh tertinggal dari Chelsea. Dengan 58 poin dari 30 laga, The Citizens kini tertinggal 14 poin dari Chelsea. Guardiola pun membenarkan kalau peluang juara City sudah tertutup.

Hasil di Stamford Bridge juga meninggalkan catatan tak menyenangkan untuk Guardiola. Kini manajer asal Spanyol itu sudah menelan enam kekalahan di liga. Sebelumnya, selama jadi manajer, tak pernah Guardiola mengalami kekalahan sebanyak itu dalam satu musim di liga.

Tak cuma itu, Guardiola juga untuk pertama kalinya dikalahkan oleh tim yang sama di laga kandang dan tandang. Dalam duel pertama di Etihad Stadium pada Desember lalu, City bertekuk lutut 1-3 dari Chelsea.

Berikut adalah data dan fakta di balik kekalahan City dari Chelsea seperti dirangkum BBC dan Opta:

– Eden Hazard adalah pemain Chelsea pertama yang mencetak gol di kandang dan tandang melawan Manchester City di Premier League sejak Salomon Kalou pada 2007-2008.

– Hazard sekarang sudah mencetak 10 gol di Stamford Bridge musim ini, lebih banyak daripada pemain manapun. Ini adalah kali kedua dia mencapai dua digit angka di kandang di liga, setelah mencetak 10 gol di sana pada 2013-2014.

– Sergio Aguero sudah mencetak lima gol di Stamford Bridge sebagai pemain lawan di Premier League. Satu-satunya pemain yang punya catatan lebih baik adalah Robin van Persie (enam gol), sementara Craig Bellamy juga punya lima.

– Pep Guardiola sudah menelan enam kekalahan di liga sebagai manajer Manchester City musim ini, angka tertingginya dalam satu musim di liga sebagai manajer.

– Ini adalah kali pertama Pep Guardiola bertekuk lutut di kandang dan tandang melawan tim yang sama dalam satu musim sebagai manajer.

(ntt/rr)

Iklan