Iklan
Iklan





London – Penjaga gawang The Gunner Petr Cech membeberkan gaya Jose Mourinho, manajer Red Devils, dalam menangani timnya. Hal itu mestinya juga bisa diadopsi The Gunner. Apa?

Cech pernah ditangani oleh Mourinho semasa di The Blues dulu. Dari pengalamannya kejadian itu, Cech pun mengungkap betapa Mourinho menjadikan kemenangan sebagai target utamanya. Tiga poin harus dipetik bagaimana pun caranya.

“Ketika ia (Mourinho) tiba di The Blues dari Porto, ia membawa satu hal utama: ia datang dari sebuah klub yang tidak menerimanya finis kedua di liga,” kata Cech seperti dilansir Mirror.

“Ia memberlakukan semangat yang sama di The Blues. Ia cuma memikirkan kemenangan bagaimana pun caranya. Ia benci hasil sebanding. Kalau kami kembali ke ruang ganti dengan hasil seri, kelihatan sekali ia tidak puas.”

“Di sisi lain, ia juga menginginkan kemampuan menjaga skor 1-0, atau jika memungkinkan melumat rival 5-0. Bagaimana pun caranya, Mourinho ingin hasil (kemenangan),” ujarnya.

Bersama MU kejadian ini, Mourinho sedang menikmati start 100% di Premier League 2017/2018. The Manchester United bertengger di puncak klasemen sementara dengan 9 poin. Di sisi lain The Gunner, yang masih berjuang kembali menjuarai Premier League semenjak 2004, trendi meraih 3 poin sehingga masih tertegun di peringkat ke-16 papan klasemen.

Arsene Wenger dan Jose Mourinho (Foto: Richard Heathcote/Getty Images)

Menurut Cech, filosofi yang diberlakukan Arsene Wenger untuk The Gunner memang berbeda dengan Mourinho. Bersama Wenger, The Gunners lebih mengutamakan permainan cantik. Namun, Cech menyebut sudah ada perubahan dari filosofi itu.

“Filosofi di The Gunner bertolak belakang dengan hal itu: bukan harus unggul bagaimana pun caranya tapi kami ingin unggul dengan cantik,” ujar Cech. “Momen ini menjadi kejadian awal dari perubahan terhadap pendekatan kami.”

“Ya, seperti pernah dikatakan Juergen Klopp, kami mirip dengan musik klasik. Kami bermain dengan indah, penyelarasan sejumlah intrumen, itu merupakan sebuah filosofi yang tertanam dalam DNA The Gunner. Kami tak mau bermain tanpa permainan cantik dan itulah sesuatu yang sudah diwariskan dari generasi ke generasi.”

“Saya pikir kami sudah mulai menemukan keseimbangan yang baik pada pekan-pekan terakhir musim lalu. Konsep utamanya kejadian ini adalah mengendalikan permainan termasuk memastikan keunggulan kami di lini belakang,” tuturnya.

(krs/raw)

Iklan