Iklan
Iklan





Jakarta – Setiap November The Gunner cenderung tampil jelek. Bagaimana dengan musim ini? The Gunner akan mencoba menghapus ‘kutukan’ itu dimulai kejadian melawan Manchester City.

The Gunners membuka November dengan hasil 0-0 melawan Red Star Belgrade di Emirates, dalam laga Grup H Liga Europa. Selanjutnya, The Gunner akan menantang City di Etihad, Minggu (5/11).

Rasa was-wasa patut dirasakan The Gunner. Statistik memperlihatkan demikian. Opta mengemukakan, Meriam London mencetak 37 kemenangan, 18 seri, dan 26 kekalahan dari 81 matchday yang dimainkan di bulan ini sejak 1996. The Gunner juga kebobolan 114 gol di Desember, tapi dari 114 matchday.

Hasilnya, The Gunner cuma mendapatkan rata-rata 1,6 poin per matchday. Kontras jika dibandingkan dengan rata-rata poin tertinggi yang dicapai pada September dan Oktober yaitu sebesar 2,15 poin per matchday. Sedang bulan terburuk kedua The Gunner di bawah Arsene Wenger adalah Agustus, di mana mereka cuma mengemas 1,8 poin per matchday dengan jumlah kemenangan paling sedikit (36 dari 68 laga).

Penampilan buruk The Gunner ditunjang dengan jumlah kebobolan yang terlalu banyak. Selama melakoni 81 matchday dalam arahan Wenger, The Gunner telah mencetak 132 gol jumlah yang sama di bulan Februari dan Mei. Namun, The Gunner juga banyak kebobolan dengan 98 gol dalam 81 laga di sepanjang November dengan rata-rata 1,2 gol per matchday.

Dengan begini, selisih gol The Gunner di November mencapai 34, rekor terburuk meka di satu tahunnya, Agustus terburuk kedua dalam hal selisih gol (52). Bulan terbaik The Gunner adalah April karena mereka memiliki 109 selisih gol.

Di bulan kedua dari akhir tahun ini The Gunner akan menjalani lima matchday sisa. Setelah City di Etihad, tim London Utarai itu akan melakoni Derby London Utara kontra Tottenham Hotspur di Emirates (18/11), Koeln di Liga Europa (23/11), Burnley (26/11), dan ditutup oleh laga kandang kontra tim promosi Huddersfield Town.

(rin/rin)


Iklan