Iklan
Iklan





Turin – Gianluigi Buffon mengiyakan reaksinya pada wasit kejadian Juventus disingkirkan Real Madrid tidak tepat. Namun, menurut Buffon ada sisi positif dari momen itu.

Buffon mendapat sorotan setelah Juventus tersingkir dari Liga Champions tengah pekan lalu. Bukan karena penampilannya yang buruk melainkan kejadian reaksi marah-marahnya kejadian Bianconeri diganjar penalti oleh wasit Michael Oliver di masa injury time.

Penjaga gawang berusia 40 tahun itu tampak marah besar sambil menunjuk-nunjuk si wasit sehingga dikartumerah. Saat yang jarang dilakukan Buffon sepanjang karier profesionalnya.

Saat sudah tentu membuat Buffon kecewa. Mimpi Buffon menjuarai Liga Champions kembali kandas di musim, yang mungkin jadi yang terakhir bagi dia.

“Keputusan yang kami buat adalah cara untuk mendefinisikan diri dan menjadikan kami seperti apa yang kami inginkan,” kata Buffon seperti dikutip dari Football Italia.

“Anda bisa bertindak terlalu jauh, terkadang itu salah. Tetapi itu berarti Anda merasa hidup, dan itulah sebabnya saya ada ke dunia,” sambungnya

“Setelah (matchday di) Bernabeu saya pergi berjalan-jalan, menikmati jejamuran, dan bunga aster. Itu adalah pekan yang memungkinkan saya untuk merasakan emosi yang kuat, indah, dan murni adrenalin. Saya juga hidup untuk itu,” Buffon menegaskan.

Juventus tersingkir dari Liga Champions setelah tumbang agregat 4-3. Kemenangan 3-1 di Santiago Bernabeu tak cukup menyelamatkan Juve yang pada laga pertama tumbang 0-3 di Turin.

(ran/ran)




Iklan